Aku Ingin Menjadi Terang Dalam Gelap Namun Tak Menyilaukan

Rabu, 29 Mei 2013

HIJAU DALAM FATAMORGANA

Aroma khas embun pagi masih setia menemani
Masih jelas ku indrai kicau burung-burung menyapa pagi
Sesekali terbang hinggap dipucuk-pucuk kehijauan
Menari dibirunya atmosfir bumi

Mata ku liar bergerak menuju cemericik air
Kudapati dingin jernih nan bening
Masih ramai kiranya biota-biota air itu berlarian
Membersamai langkah kehidupan
Jauh ku pandang tinggi rimbun nan menghijau
Mengitari tempatku berdiri..
Aku bebas lepas menghirup  udara
Karna tak kan  kuragu akan jatah oksigen disetiap hari ini
Aku menyebutnya keseimbangan

Lalu kudapati  tangan-tangan ambisius menyetir alam ini
1000 atau bahkan 100 tahun lagi

Embunku tinggallah asap penyesak paru
Kicau burung berganti deru  polusi suara
Atmosfirku menjadi kelabu dibalik pilar-pilar pencakar langit

Kucari kejernihan dan kebeningan
Namun yang kudapati hanya hitam
Sedang biota-biota itu sengaja bersembunyi atau kah memang telah mati

Kehijauan itu kini tinggallah fatamorgana
Semua tampak satu warna… coklat kelabu
Hingga kudapati  kehidupan ini dalam fase jenuhnya

Bagai daun yang layu jatuh dan mengering

    ::Wanita Puisi::
|Febrin Muftia Sari|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar