Aku Ingin Menjadi Terang Dalam Gelap Namun Tak Menyilaukan

Rabu, 19 September 2012

Sesi Rindu untuk Ayah Part 1

AKU INGIN SEKALI LAGI, ENGKAU MENGGAMBAR UNTUKKU !

(aku menyebutnya sesi rindu untuk ayah)

            Sore itu aku duduk di sampingnya melihat dan memperhatikan apa sebenarnya yang ia perbuat dengan pensil dan buku gambarku. Aku yang saat itu hanya berpikir, dan dengan tidak sabar ku protes padanya 

     “ Gambar apa sih itu?”. Tanyaku.
     “ Sudah lihat saja”. Ujarnya dengan lembut

            Sekali lagi aku menunggu. Agak jenuh jua aku dibuatnya, tapi taukah kau kawan… Ia memang bukan seorang pelukis. Namun bagiku ia pelukis terbaik dalam kanvas kehidupanku. Kupandangi sebuah karya seni dihadapan. Hanya goresan pensil saja. Namun membentuk nuansa yang tentram, asri dan alami. Sebuah pemandangan yang menyejukkan. Gunung-gunung yang dibawahnya mengalir sungai kecil serta beberapa rumah penduduk. Sungguh aku mengaguminya.

            Tak ingin aku memolesnya dengan pensil warna, karena menurutku itu sebuah karya yang natural… hitam putih lebih murni. Yang kurasa saat memandangi gambar ini adalah adanya ikatan batin dari apa yang ia goreskan di atas kertas ini. Kurasa ini potret latar kehidupan kecilnya dulu.